Advertisement

iklan

Antara Stop Loss, Take Profit, Dan Trailing Stop

Penulis

+ -

Salah satu cara untuk menentukan level Stop Loss dan Take Profit adalah dengan menggunakan fasilitas Trailing Stop. Bagaimanakah penerapannya?

iklan

iklan

"Saya punya masalah dengan cara menggunakan Stop Loss dan Take Profit, karena saya tidak mau rugi besar dalam trading forex ini. Kira-kira, bagaimana caranya pakai Stop Loss dan Take Profit ini ya? Terima kasih."

Sebagai seorang trader, baik yang masih newbie maupun yang sudah profesional sekalipun, menghindari risiko adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Tentu tak ada seorang pun yang ingin mencoba peruntungan dalam forex tapi berakhir merugi, 'kan? Untuk itu, perlu adanya suatu batasan terhadap kerugian yang mungkin timbul, hingga batas terendah keuntungan yang bisa dicapai dengan mudah. Dalam forex, kedua pengertian tersebut dinamakan Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP).

Stop Loss dan Take Profit

 

Apa Itu Stop Loss Dan Take Profit?

Stop Loss adalah nilai batasan harga terendah yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Saat pergerakan harga menyentuh nilai ini, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut. Meskipun Stop Loss dirancang khusus untuk membatasi kerugian yang mungkin timbul, nyatanya keputusan memasang SL ini menjadi pilihan yang tidak nyaman bagi kebanyakan trader.

Mengapa? Sebab dengan memasang Stop Loss, itu artinya Anda berisiko menutup posisi dalam keadaan rugi, ketika harga masih terkoreksi. Akibatnya, tidak jarang trader yang mengabaikan Stop Loss selama bertrading. Padahal jika dipelajari lebih dalam, kerugian tersebut lebih dikarenakan oleh ketidaktahuan trader akan cara menggunakan Stop Loss dengan benar.

Sementara itu, istilah lain yang memiliki pengertian hampir mirip dengan Stop Loss adalah Take Profit. Bedanya, Take Profit digunakan untuk membatasi keuntungan yang akan di dapat. Apabila order yang sedang profit terkena batasan tersebut, maka posisi akan tertutup otomatis.

"Lho, kenapa profit harus dibatasi?"

Mungkin bagi sebagian orang, memperoleh profit tinggi tanpa memberi batasan akan mendatangkan keuntungan yang lebih banyak. Namun, tujuan utama Take Profit adalah agar profit dapat teramankan. Tentunya dalam menentukan Take Profit ini hendaknya mengacu pada analisa yang sudah dibuat, sehingga level TP yang di-set juga bisa realistis.

take profit yang realistis

 

Cara Menggunakan Stop Loss Dan Take Profit Dalam Trading

Jika Anda termasuk trader yang ingin mengetahui cara menggunakan Stop Loss untuk mengendalikan risiko kerugian, maka tiga opsi berikut ini kiranya layak untuk Anda simak:

 

1. Stop Loss Manual

Stop Loss Manual digunakan apabila Anda ingin membatasi kerugian dengan menutup posisi sendiri di platform trading, saat harga ternyata sudah jauh bergerak ke arah yang berlawanan dengan harapan. Satu hal yang perlu diingat dari cara menggunakan Stop Loss ini adalah jangan sekali-kali Anda lengah atau meninggalkan aktivitas trading. Penerapan Stop Loss Manual membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan tingkat tinggi. Jika tidak, maka jangan bersedih jika Loss bisa lebih besar dari yang Anda perkirakan.

Umpamanya, Anda membuka posisi Buy EUR/USD pada harga 1.2000. Anda sudah berniat akan menutup posisi jika harga bergerak ke 1.2050 (profit 50 pip) dan mencapai profit, atau jika Loss karena harga turun ke kisaran 1.1975 (loss 25 pip). Namun, ternyata Anda tidak standby di depan komputer saat harga meluncur turun, dan baru sadar untuk menutup posisi ketika harga sudah menyentuh 1.1900. Akibatnya, kerugian jadi membengkak hingga 100 pip.

 

2. Stop Loss Otomatis

Definisi Stop Loss Otomatis merujuk pada penentuan level harga tertentu, dimana posisi trading akan tertutup secara otomatis jika sudah mencapai level tersebut. Cara menggunakan Stop Loss otomatis biasanya diterapkan di semua platform trading, salah satunya di MetaTrader 4. Anda hanya perlu menulis angka yang sudah diperhitungkan pada kolom SL. Nantinya, jika harga ternyata tidak bergerak ke arah yang Anda inginkan, maka posisi trading akan otomatis tertutup begitu mencapai level SL ini, meskipun Anda tidak sedang online di depan komputer.

 

3. Menggunakan Trailing Stop

Selain menggunakan fitur Stop Loss Otomatis yang muncul dalam eksekusi order, Anda juga bisa memakai fasilitas Trailing Stop. Apabila menggunakan Stop Loss, maka sudah pasti Anda akan menutup posisi trading dalam kondisi rugi. Namun jika memakai Trailing Stop, maka bisa tetap mendulang profit biarpun harga bergerak ke arah yang tak terduga. Perhatikan contoh ilustrasi berikut:

Misalkan Anda set Trailing Stop di angka 20 poin dan melakukan order buy di harga 1.3000. Jika kemudian harga naik ke 1.3021, maka trailing akan terpicu dengan cara mengaktifkan SL secara otomatis di harga 1.3001. Dengan asumsi jarak Trailing Stop adalah 20 pips, yaitu dari 1.3021 ke 1.3001, kita masih mendapatkan 1 pips profit jikalau harga tiba-tiba turun dan SL tersentuh.

Apabila kemudian harga naik ke 1.3030, maka SL juga otomatis mengikuti kenaikan tersebut dan berada di 1.3010. Jadi bisa dikatakan, semakin banyak kenaikan harga, semakin besar pula keuntungan yang bisa dikunci oleh trailing stop.

Katakanlah setelah menyentuh 1.3030, harga turun tajam hingga melewati level entry 1.3000. Order Anda tetap aman karena akan ter-close secara otomatis oleh SL di level 1.3010. Bukannya rugi, Anda justru masih bisa mengamankan profit 10 pip.

cara menentukan stop loss

Di samping pentingnya cara menggunakan Stop Loss dan Trailing Stop selama trading, Anda juga perlu memperhatikan level Take Profit. Bagaimanakah caranya?

 

1. Menggunakan Perhitungan Risk Reward Ratio

Risk Reward Ratio dalam forex memiliki peranan penting sebagai salah satu praktik Money Management selama bertrading. Trader yang menerapkan perhitungan Risk Reward Ratio pada setiap posisi tradingnya secara disiplin, biasanya akan mendapatkan profit yang konsisten.

Hal pertama yang seharusnya dilakukan trader sebelum mengatur strategi trading adalah menghitung risiko yang berani ditanggung agar hasil tradingnya realistis. Sehingga, dapat dikatakan bahwa Anda perlu menentukan level Stop Loss terlebih dahulu, baru kemudian Take Profit sesuai dengan Risk Reward Ratio yang direncanakan. Misalnya level Stop Loss Anda sebesar 50 pip, maka dengan rasio 1:2, level Take Profit Anda adalah sebesar 100 pip.

 

2. Menentukan TP Berdasarkan Kondisi Harga

Level TP terbaik dapat ditentukan saat pasar sedang trending maupun saat ranging (sideways). Ketika pasar sedang trending dengan kuat, Anda bisa mendapatkan profit yang signifikan dengan menggeser Stop Loss (Trailing Stop). Sementara ketika pasar sedang ranging, level Take Profit dapat ditentukan dengan melihat formasi Pin Bar yang terbentuk pada kedua batas range (batas atas dan batas bawah).

cara menentukan Take Profit

 

Antara Stop Loss, Take Profit, Dan Trailing Stop

Dari kedua pembahasan mengenai cara menentukan level SL dan TP di atas, ada satu kesamaan antar keduanya: Trailing Stop. Trailing Stop didefinisikan sebagai fasilitas trading yang membantu Anda menyesuaikan Stop Loss dengan lebih sistematis dan otomatis saat trading masih berjalan. Bagaimana Trailing Stop dapat digunakan untuk menentukan level SL maupun TP?

Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, Anda dapat menggeser Trailing Stop untuk menghindari risiko Loss yang terlalu besar, serta untuk mengamankan profit yang telah diperoleh. Dapat dikatakan bahwa Trailing Stop adalah strategi yang sangat efektif untuk "mengunci" keuntungan, yang pada dasarnya merupakan tujuan utama dari Take Profit.

Secara garis besar, Trailing Stop dapat membantu Anda mengamankan profit ketika market bergerak searah dalam jangka waktu lama. Sayangnya, Trailing Stop juga akan menghilangkan profit yang telah Anda peroleh sebelumnya ketika market berubah arah.

 

Meskipun Trailing Stop dapat digunakan untuk menghindari risiko yang terlalu besar, ternyata penggunaan secara terus menerus bagi pemula dapat mengakibatkan sindrom TTSD (The Trailing Stop Dilemma). Untuk menghindarinya, ketahui kiat-kiat menentukan trailing stop di artikel berjudul "5 Cara Mudah Menentukan Trailing Stop".

117319
Penulis

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.

Rancoko
mohon pencerahannya. Semalam saya trading posisi sell di pair GPB/USD dan saya pasang Stop Loss 150 pips di atas open position. Namun transaksi saya tertutup sendiri di level 52 pips dibawah Stop Loss. saya cek di history transasi, pentutpan terjadi di jam 00:28:08 dimana candel menunjukan posisi tertinggi di level 1.37318 dan di tutup di posisi 1.37278. ini menurut saya masih jauh dari level SL yang saya pasang. anehnya lagi di history disebutkan bahwa transaksi saya tertutup di level 1.37395. Apakah saya dicurangi atau memang kejadian seperti ini adalah hal yang wajar dan memungkinkan? Salam
Seputarforex
Selamat pagi, Rancoko. Pertanyaan Anda bisa dijawab para trader profesional dengan mengirimkannya ke forum tanya jawab atau bergabung dengan komunitas telegram kami.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini